Friday, 06 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Lampung Buka Pintu Investor Asing, 5 Sektor Ini Disiapkan Jadi Ladang Peluang Bisnis Bernilai Tinggi

05 November 2026 15:00 WIB
Oleh: Dewi Kartika
Dibaca: 4 kali
Bagikan:
Lampung Buka Pintu Investor Asing, 5 Sektor Ini Disiapkan Jadi Ladang Peluang Bisnis Bernilai Tinggi
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung berupaya meningkatkan daya tarik investasi melalui kemudahan perizinan, kepastian regulasi, dan penciptaan iklim usaha yang kondusif.

Langkah tersebut menjadi strategi untuk menarik investor sekaligus mendorong hilirisasi komoditas unggulan agar menghasilkan nilai tambah ekonomi lebih besar.

Orang nomor satu di Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggarisbawahi, pemerintah daerah siap membuka peluang kolaborasi dengan investor domestik maupun internasional untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

"Provinsi Lampung siap bersinergi dan memfasilitasi para investor dan mitra global untuk satu tujuan yang sama, yaitu pertumbuhan ekonomi Lampung berkelanjutan," tegas Mirza.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Grand Ballroom Fairmont Hotel Jakarta, Rabu, 4 November 2026.

Dalam forum yang digelar Pemprov Lampung bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung tersebut, Mirza memaparkan sebagian komitmen penguatan iklim investasi.

Salah satunya melalui percepatan proses perizinan yang transparan dan berbasis digital, kepastian tata ruang, serta penyediaan insentif penanaman modal.

Pemprov Lampung juga berkomitmen memperkuat fasilitasi investasi melalui kepastian lahan dan dukungan infrastruktur.

Upaya tersebut diharapkan mampu mengurangi berbagai hambatan yang berpotensi memengaruhi keputusan investor.

LEIF 2026 mengusung tema From Potential to Partnership: Accelerating Sustainable Investment in Lampung.

Forum tersebut melibatkan lebih dari 100 calon investor potensial dari dalam maupun luar negeri.

Penjajakan kerja sama dilanjutkan melalui pertemuan bisnis secara langsung atau one-on-one meeting serta penandatanganan letter of intent (LoI).

Optimisme Lampung dalam menarik investasi turut didukung kinerja ekonomi yang menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Lampung tumbuh 5,29 persen secara tahunan (year-on-year) pada triwulan II 2026.

Capaian tersebut menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Sumatera.

Sektor pertanian, industri pengolahan, energi terbarukan, pariwisata, dan infrastruktur menjadi sebagian bidang potensial untuk pengembangan investasi.

Selain itu, pemerintah mendorong hilirisasi agar komoditas unggulan Lampung tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Komoditas tersebut diharapkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Wakil Orang nomor satu di Lampung Jihan Nurlela sebelumnya juga menekankan pentingnya LEIF 2026 sebagai momentum memperluas kemitraan strategis pemerintah dan dunia usaha.

Menurutnya, kolaborasi diperlukan agar potensi ekonomi daerah dapat dioptimalkan dan investasi memberikan nilai tambah bagi perekonomian.

Upaya tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Dukungan terhadap penguatan investasi daerah turut disampaikan Ketua MPR RI Ahmad Muzani.

Dalam pidato kuncinya, dia menyoroti pentingnya sinergi kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk menciptakan iklim investasi kondusif.

Menurut Ahmad Muzani, investasi produktif diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah dan membuka lapangan pekerjaan.

Investasi tersebut juga diharapkan memperkuat kontribusi Lampung terhadap perekonomian nasional.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Lampung Bimo Epyanto memprakirakan ekonomi Lampung tumbuh 5,0 hingga 5,6 persen sepanjang 2026.

Proyeksi tersebut ditopang konsumsi rumah tangga, sektor pertanian, industri pengolahan, serta investasi.

"Fundamental ekonomi Lampung yang kuat menjadi modal penting untuk mendorong investasi," ujar Bimo.

"Namun demikian, masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi melalui hilirisasi komoditas unggulan dan pengembangan industri bernilai tambah," lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, pemilik Sungai Budi Group Widarto turut menyoroti peluang pengembangan industri berbasis komoditas unggulan Lampung.

Sementara itu, Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman menekankan pentingnya kesiapan proyek dan kemitraan strategis.

Menurutnya, kedua aspek tersebut diperlukan agar peluang investasi dapat berlanjut menjadi realisasi penanaman modal.

Untuk mendukung upaya tersebut, BI bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan telah memfasilitasi delapan agenda penguatan ekosistem investasi sepanjang 2026.

agenda tersebut mencakup peningkatan kapasitas investment project ready to offer (IPRO) hingga penguatan jejaring investor.

Dalam LEIF 2026, turut diangkat 11 kisah keberhasilan investasi atau investment success stories sebagai gambaran peluang usaha di Lampung.

Pemprov Lampung memiliki harapan forum tersebut tidak sekadar menjadi ajang promosi potensi daerah, tetapi juga menghasilkan kemitraan konkret.

Melalui kemitraan tersebut, pemerintah memiliki harapan realisasi investasi dapat dipercepat.

Investasi yang masuk diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong industri pengolahan dan memperluas kesempatan kerja.

Pada akhirnya, investasi tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung. (*)

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari