Saturday, 07 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Titik Panas Karhutla di Indonesia Turun Tajam Tinggal 55 Titik

07 November 2026 16:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 3 kali
Bagikan:
Titik Panas Karhutla di Indonesia Turun Tajam Tinggal 55 Titik
Foto: Kupas Tuntas

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

hotspot kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia mengalami penurunan tajam. Dalam sehari, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi menyusut dari 338 menjadi 55 titik.

Meski menunjukkan perkembangan positif, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengingatkan bahwa ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir, terutama karena bara api masih dapat tersembunyi di bawah permukaan lahan gambut.

Berdasarkan pemantauan Sistem Informasi Deteksi Dini Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) hingga Jumat (6/11/2026) pukul 21.00 WIB, jumlah hotspot nasional berkurang sebanyak 283 titik atau sekitar 83,7 persen dibandingkan sehari sebelumnya.

Penurunan serupa terjadi di enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, yakni dari 86 menjadi 14 titik.

Dari jumlah tersebut, sembilan titik terdeteksi di Jambi dan lima titik di Sumatera Selatan, sedangkan Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Riau tidak lagi mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Penurunan paling mencolok terjadi di Kalimantan Tengah yang sebelumnya mencatat 85 hotspot, tetapi kini menjadi nihil. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya menggambarkan situasi di lapangan.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut menunjukkan bahwa asap masih ditemukan di Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, sementara kebakaran di wilayah Jabiren serta beragam lokasi di Palangka Raya belum seluruhnya padam.

"Petugas masih melakukan pemadaman lanjutan karena sebagian kebakaran terjadi pada lapisan gambut yang sulit dijangkau," dalam laporan di Website kementerian kehutanan, Sabtu (7/11/2026).

Di sisi lain, upaya pemadaman mulai membuahkan hasil di beragam wilayah. Tim gabungan Manggala Agni dan BPBD berhasil mengendalikan kebakaran di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Kondisi kawasan Sei Sekonyer–Tanjung Harapan di Taman Nasional Tanjung Puting juga telah dinyatakan aman setelah petugas melakukan penyisiran dan pendinginan.

Sementara di Sumatera Selatan, kebakaran di Desa Sungai Pinang, Kabupaten Banyuasin, telah padam, meskipun penanganan masih berlangsung di Pulau Geronggang, Talang Rimba, dan Sungai Bungin, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Kementerian Kehutanan menekankan bahwa hilangnya titik panas dari pantauan satelit bukan berarti seluruh sumber api telah padam. Karakteristik lahan gambut memungkinkan bara bertahan dan merambat di bawah permukaan tanah tanpa terlihat secara langsung.

Kondisi tersebut berpotensi memicu kebakaran kembali apabila tidak ditangani secara menyeluruh. Karena itu, petugas tetap melakukan patroli, pemeriksaan lapangan, pembasahan, penyisiran bara, serta pendinginan hingga lokasi benar-benar dinyatakan aman.

Di tengah upaya pengendalian karhutla, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengunjungi lima kru Helikopter Mi-17V5 yang selamat dari insiden saat menjalankan misi pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Kunjungan dilakukan di Rumah Sakit TNI AD Tk. III Dr. R. Soeharsono, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (6/11/2026).

Menhut menemui para kru untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan mereka sekaligus menyampaikan apresiasi atas pengabdian dalam penanganan kebakaran hutan.

Kondisi kelima kru dilaporkan mulai membaik, meskipun masih membutuhkan penanganan medis lanjutan. Sebagian di antaranya direncanakan menjalani perawatan lanjutan di Jakarta dan Semarang.

Pemerintah menekankan bahwa keselamatan petugas menjadi prioritas dalam setiap operasi pengendalian karhutla, baik yang dilakukan melalui jalur darat maupun udara. Dukungan terhadap personel terus diberikan agar upaya pemadaman dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan keselamatan seluruh tim.

Untuk mencegah kebakaran kembali meluas, Kementerian Kehutanan bersama Manggala Agni, BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat dan dunia usaha terus memperkuat koordinasi pengendalian karhutla.

Penurunan hotspot nasional hingga 83,7 persen menjadi sinyal positif, tetapi bukan alasan untuk mengendurkan kewaspadaan.

Pengawasan dan pemadaman harus tetap dilakukan sampai seluruh api dan bara benar-benar padam, sehingga ancaman terhadap masyarakat, kawasan hutan, dan lingkungan dapat diminimalkan.

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari