Saturday, 07 November 2026 | Bandar Lampung
Logo

TAPIS MEDIA

Beranda Lampung Pemerintahan Destinasi Info Harga Pasar

Dinas Perdagangan Klaim Pasokan Beras Di Bandar Lampung Aman hingga Akhir Tahun

06 November 2026 19:00 WIB
Oleh: Ahmad Fauzi
Dibaca: 9 kali
Bagikan:
Dinas Perdagangan Klaim Pasokan Beras Di Bandar Lampung Aman hingga Akhir Tahun
Foto: Radar Lampung

BANDAR LAMPUNG, Tapis Media -

Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung mengklaim ketersediaan pasokan beras di seluruh penjuru wilayah daerah ini berada pada rentang angka yang aman.

Kepastian ketahanan stok pangan vital tersebut diproyeksikan mampu memenuhi seluruh kebutuhan konsumsi warga hingga pengujung tahun 2026.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, menyampaikan paparan detail mengenai distribusi beras yang beredar saat ini.

Ia mengonfirmasi bahwa ketersediaan beras di tingkat pedagang pasar tradisional masih berada dalam tingkat volume yang melimpah.

Secara khusus, varian beras medium program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan pasokan Perum Bulog terdistribusi dengan sangat baik.

Masyarakat pembeli dapat memperoleh beras program pemerintah tersebut secara mudah tanpa hambatan pasokan di tempat belanja rakyat.

Kondisi kelancaran pasokan pasar tradisional ini menjadi pilar utama penjaga ketahanan pangan wilayah perkotaan di daerah setempat.

Namun demikian, gambaran berbeda terlihat dari dinamika penjualan beras premium yang berada di jaringan ritel modern daerah.

Ketersediaan beras premium pada etalase toko swalayan hingga pusat perbelanjaan mal memang terpantau mengalami penurunan pasokan.

Erwin meluruskan anggapan publik dengan menekankan bahwa susutnya stok etalase tersebut bukan akibat kelangkaan barang secara menyeluruh.

Fenomena keterbatasan pajangan beras premium ritel modern murni terpicu oleh pergerakan dinamika harga pada tingkat produsen penggilingan.

Harga pengadaan beras di tingkat petani penyuplai saat ini tercatat mengalami peningkatan nominal dari tarif normal biasanya.

Pergerakan kenaikan harga beli awal tersebut menempatkan pengelola bisnis ritel modern pada posisi dilema operasional perdagangan.

Pihak ritel modern membatasi volume pembelian stok baru karena terikat regulasi kepatuhan penetapan batas atas harga pemerintah.

Sistem operasional swalayan mengharuskan seluruh komoditas yang dijual wajib mematuhi ketentuan batasan Harga Eceran Tertinggi.

Ketika harga modal pasokan dari produsen naik, pengelola pasar modern memilih mengurangi volume pengadaan barang guna menekan kerugian.

"Pilihan membatasi stok di toko modern murni dampak margin aturan, bukan berarti stok beras kita habis," ujar Erwin pada hari Jumat, 6 November 2026.

Ia membandingkan kondisi etalase ritel modern dengan lapak pedagang tradisional yang memiliki fleksibilitas penyesuaian pasar.

"Kalau di pasar tradisional, beras premium masih banyak dan stoknya sangat mencukupi sampai akhir tahun," lanjut Kadisdag menjelaskan.

Peran distribusi beras SPHP pasokan Perum Bulog menjadi benteng utama penyeimbang harga beras di tengah masyarakat pembeli.

"Terutama beras SPHP dari Bulog yang terus digelontorkan untuk menopang kebutuhan konsumsi harian warga," kata Erwin menekankan.

Ia tidak menampik adanya hambatan margin pada ritel modern akibat skema pembatasan jual yang terbentur patokan resmi pemerintah.

"Kalau di pasar modern memang agak berkurang karena harga pengambilan sudah tinggi, sementara mereka harus menjual sesuai HET," pungkasnya.

Pemerintah Kota Bandar Lampung terus mengawal alur rantai pasok agar kebutuhan pangan dasar warga tetap terpenuhi tanpa kendala.

 

 

Berita Terkait

Beranda Kategori Cari